/ kamar baca

Anak-Anak di Sentani Bersukacita Dapat Oleh-oleh dari Mensos

Jayapura - Puluhan anak-anak yang tengah mengikuti Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di tenda pengungsian Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura bersuka cita saat melihat Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membawakan hadiah untuk mereka berupa mainan, perlengkapan makan anak, dan selimut anak.

"Anak-anakku, bagaimana kabar kalian hari ini? Bagaimana makanannya? bagaimana tidurnya? cukup nyamankah? Saya datang dari Jakarta untuk bertemu kalian semua sekaligus ini ada oleh-oleh. Semoga semua suka ya," tutur Mensos.

Sang Menteri yang berdiri di antara anak-anak kemudian dengan sigap memanggil anak-anak berusia dua hingga lima tahun untuk maju kedepan menerima mainan berbentuk kuda tunggang. Beberapa anak kemudian menjajal menaikinya.

"Terima kasih Pak Menteriiiiiiii.......," teriak anak-anak bersahut-sahutan. Senyum merekah di bibir mereka.

Kepada anak-anak Menteri berpesan agar mereka tetap ceria kendati sedang mengalami musibah banjir bandang beberapa waktu lalu. Ia juga meminta agar proses LDP terus dilakukan untuk menyemangati anak-anak, memotivasi mereka kembali ke sekolah, dan mengajak mereka bermain untuk menghibur mereka di tempat pengungsian.

Menteri kemudian meninjau dapur umum lapangan yang terletak tak jauh dari tenda LDP. Di tempat ini ia disambut para relawan yang tengah menyiapkan makan siang untuk pengungsi. Ada yang tengah menggoreng ikan, menggoreng tahu, ada pula yang tengah melipat kertas nasi bungkus. Di salah satu sudut dapur umum, beberapa relawan menyanyikan lagu pujian untuk menghangatkan suasana.

"Terima kasih atas kerelaan dan kepedulian Saudara. Gotong royong dan bahu-membahu membantu para korban bencana banjir bandang ini tentu akan meringankan tugas kita. Dan terpenting adalah warga terdampak cepat tertangani. Itu yang selalu dipesankan Bapak Presiden," tutur Menteri sambil bersalaman dengan para relawan.

Posko Kemensos di Stadion Barnabas Youwe ini menjadi titik kumpul relawan di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia, Persatuan Pemuda GEreja GKI Getsemani Kotaraja, pelajar SMP dan SMA Kalam Kudus, mahasiswa IPDN Papua, mahasiswa Universitas Cendrawasih, Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Wahana Visi Indonesia, dll.

Serahkan Bantuan Rp 4,3 miliar

Dalam kunjungan kerja ini Mensos juga menyerahkan bantuan logistik dan santunan sebesar Rp4,3 miliar. Terdiri dari bantuan logistik tahap pertama Rp764.255.700, logistik tahap kedua Rp664.518.500, logistik tahap ketiga Rp760.710.700, logistik tahap keempat Rp493.046.400, dan santunan ahli waris. Santunan ahli waris dibagi menjadi dua tahap dimana setiap ahli waris mendapat Rp15 juta.

Santunan ahli waris tahap I untuk 71 jiwa sebesar Rp1.065.000.000 dan tahap II untuk 41 jiwa sebesar Rp615.000.000. Santunan tahap pertama diserahkan secara simbolis oleh Mensos kepada para ahli waris. Papua1

Bantuan logistik terdiri dari bantuan makanan siap saji dan lauk pauk, makanan anak,tenda serbaguna keluarga, tenda gulung, velbed, kasur, peralatan keluarga dan peralatan dapur keluarga, selimut, paket sandang, serta perlengkapan Tagana.
Bantuan tahap pertama telah tiba di Jayapura terdiri dari: (1) bantuan makanan yakni makanan siap saji paket A, B, C, D sebanyak 1.200 paket. Lauk pauk 700 paket, makanan anak 300 paket, mie instan 12.000 bungkus; (2) Peralatan Evakuasi terdiri dari Tenda Serbaguna Keluarga 3 unit, Tenda Gulung 200 lembar, Velbed 100 unit, kasur 100 lembar; (3) Bantuan Peralatan Keluarga terdiri dari Family Kit 100 paket, Kids Ware 100 paket, Food Ware 100 paket, dan Peralatan Dapur Keluarga 100 paket; (4) Bantuan Sandang meliputi Selimut 200 lembar dan Paket Sandang 100 paket; (5) Bantuan berupa Perlengkapan Tagana terdiri dari Warepack dan peralatan sebanyak 73 paket dan Perlengkapan Tagana Individu 50 paket.

Bantuan tahap kedua yang sedang dalam proses pengiriman terdiri dari: (1) Bantuan Makanan yakni makanan siap saji paket A, B, C, D sebanyak 1.200 paket, lauk pauk 700 paket, Makanan Anak 400 paket, mie instan 10.000 bungkus; (3) Peralatan Keluarga berupa Family Kit sebanyak 100 paket, Kids Ware 100 paket, Food Ware 100 paket, Peralatan Dapur Keluarga 100 Paket; (4) Bantuan Sandang terdiri dari Selimut 200 lembar dan Paket Sandang 100 paket.

Bantuan tahap ketiga berupa Peralatan Dapur Umum Lapangan sebanyak 5 unit, Tenda Serbaguna Keluarga 5 unit, Selimut Bayi 500 lembar, Mainan Kuda 175 unit, Kotak Tempat Makan 545 unit. Bantuan ini telah diserahkan kepada penyintas.

Bantuan tahap keempat telah sampai gudang Papua terdiri dari pel bertangkai 500 pcs, serok air 500 pcs, ember 500 pcs, sikat bertangkai 500 pcs, sapu ijuk 500 pcs, keset kaki 500 pcs, gerobak dorong 58 unit, sekop gagang besi 500 pcs, selang air 100 roll, Tangki air (1.100 liter) 20 unit, sepatu boot 100 pasang, paku 300 kg, palu 100 pcs, gergaji gorok gagang kayu 500 pcs, sapu lidi bertangkai 500 pcs, dan galon air minum (9 liter) 500 pcs.

"Bantuan berupa dapur umum pemenuhan kebutuhan makanan sehari-hari juga sudah berjalan. Ada tiga dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana). Setiap hari mereka memasak untuk pengungsi dan relawan yang tengah bertugas di lokasi bencana," katanya.

Dapur umum berada di Posko Induk Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura), Posko STAKIN, Posko Stadion Barnabas Youwe, dan Posko GOR Toware, serta beberapa dapur umum mandiri yang dikelola warga. Pasokan beras untuk dapur umum dapat dipenuhi dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton.
Banjir di Kabupaten Jayapura berawal dari hujan dengan intensitas deras pada Sabtu (16/3) pukul 18.00--20.00 WIT. Hujan mengakibatkan banjir bandang di distrik Distrik Depapre, Distrik Revenirara, Distrik Sentani, Distrik Sentani Barat, dan Distrik Waibu.

Banjir bandang menyebabkan sedikitnya 112 jiwa meninggal dunia (105 jiwa di Kabupaten Jayapura dan 7 jiwa di Kota Jayapura), 94 jiwa hilang, 107 jiwa berat, 808 jiwa luka ringan, dan 138.819 jiwa mengungsi.

Sementara itu banjir juga menyebabkan kerusakan di antaranya 211 rumah terendam dan 351 rumah rusak berat. Kerusakan juga terpantau pada 4 jembatan, 8 drainase, 4 ruas jalan, 2 unit gereja, satu masjid, 8 sekolah, 104 ruko, dan satu pasar.

Ditengah-tengah pengungsi, Mensos yang hadir didampingi oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Staf Khusus Menteri Febri Hendri dan Karo Humas Kemensos Sonny W. Manalu menyampaikan ucapan duka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang mereka alami. Menteri Agus juga meyakinkan warga bahwa mereka akan terus mendapat pendampingan hingga kondisi berangsur normal.

Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat didampingi Kepala Biro Humas Sonny W Manalu menjelaskan tentang perkembangan distribusi bantuan Kementerian Sosial.

Dirjen mengatakan bantuan logistik telah menjangkau penyintas Suku Mek, Distrik Waibu yang mengungsi di pegunungan Doyo Lama. Tim Kemensos terus begerak menembus lokasi-lokasi yang masih terisolasi, berada di pegunungan, atau yang belum tersentuh bantuan.

"Alhamdulillah logistik permakanan, terpal, matras, kasur untuk bayi, dan paket dapur keluarga telah diterima warga," tuturnya. Tagana bergerak ke lokasi dan melakukan penjangkauan bersama tim kesehatan yang memeriksa kondisi penyintas dan melakukan pengobatan bagi penyintas Suku Mek.

"Terdapat beberapa kelompok rentan di suku Mek seperti anak-anak, bayi, ibu menyusui dan lansia. Mereka tidak mengungsi ke bawah atau menjadi satu di pos pengungsian karena ada kekhawatiran air Danau Sentani naik," tutur Dirjen.
Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI
Sonny W. Manalu