Balai Bahasa Papua Targetkan 500 Orang Jadi Peserta UKBI

Mar 31, 2018

Jakarta, 31 Maret 2018-- Upaya meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia yang baik dan benar bagi para guru di wilayah Papua terus saja dilakukan. Koordinator Teknis Balai Bahasa Papua dan Papua Barat, Yulius Pagappong mengatakan, pada 2018 ini pihaknya menargetkan 500 masyarakat telah tersertifikasi atau telah mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

“Tahun ini kami targetkan 500 peserta. Sama juga dengan tahun lalu namun tahun lalu ada 426 peserta. Kalau tahun ini harus bisa capai 500 peserta,” kata Yulius seperti dilaporkan tabloidjubi, belum lama ini.

Menurut Yulius, untuk tahun ini pihaknya sudah menguji 180 peserta, dan semuanya dari profesi tenaga pendidik (guru) dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Yulius merincikan, dari 180 peserta tersebut terdiri dari 60 guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Nabire, 60 guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Sorong dan 60 guru TK di Kabupaten Mimika.

“Semua itu atas permintaan dari pihak Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten. Kami yang datang ke sana,” ujarnya.

Disinggung masalah biaya UKBI, Yulius mengatakan, harganya masih sama yaitu untuk pelajar dan mahasiswa dikenakan tarif Rp135 ribu per orang, profesi umum Rp300 ribu per orang dan tenaga kerja asing Rp1 juta per orang.

“Dana pendaftaran tersebut bukan masuk ke kami (Balai Bahasa) tetapi langsung masuk ke kas Negara. Untuk tahun lalu pemasukan atau penerimaan Negara bukan pajak dari hasil UKBI Balai Bahasa Papua ada sekitar Rp21 juta,” katanya.

Kenapa masyarakat harus mengikuti UKBI? Yulius mengatakan, tujuannya untuk mengukur sejauh mana kemahiran orang berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan sehingga dapat memartabatkan kedudukan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. Selain itu sebagai alat untuk mempersatukan bangsa.

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia