Binyeri, Kampung KB Minawisata di Biak

POKJA PAPUA – Kampung Binyeri, Distrik Yendidori, Biak Numfor oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dijadikan Kampung KB Percontohan Nasional sekaligus sebagai Kampung Wisata pada tahun 2017 lalu.

Letaknya, sekitar 23 km kearah barat Kota Biak. Tidak terlalu jauh. Jumlah penduduk saat ini mencapai 500-an jiwa dengan sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Bersama penduduk Kampung Sember, Kampung Adabikam dan Kampung Mandider, penduduk Kampung Binyeri adalah penyuplai ikan ke pasar-pasar yang ada di Biak.

Di sekitarnya adalah wilayah penghasil ikan tuna yang lebih dari memadai untuk memenuhi kebutuhan lokal di Biak. Karena itu, ketika menyantap ikan tuna di Biak, kemungkinan besar ikan itu dari Kampung Binyeri.

Nelayan di Kampung Binyeri terbiasa menggunakan cara pancing tradisional untuk memancing ikan tuna di perairan Binyeri-Samber. Tidak menggunakan obat-obatan untuk meracun ikan. Tidak juga dengan pukat yang membuat ikan kecil terjebak di dalamnya. Mereka memilih dan memilah mana ikan yang layak untuk ditangkap dalam jala mereka. Cara pancing tradisional itu adalah kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka.

Atas kearifan lokal itu, nelayan Kampung Binyeri mendapat pembinaan dan bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor, bahkan diberi akses perbankan oleh Bank Indonesia (BI). Cara mereka menangkap ikan adalah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengetahui cara bekerja nelayan Kampung Binyeri.

Cukup banyak generasi muda dari Kampung Binyeri yang berhasil mendapat akses pendidikan yang baik karena dibiayai dengan uang hasil penjualan ikan tuna oleh orang tua mereka.

Selain penghasil ikan tuna, di sekitar Kampung Binyeri terdapat sejumlah lokasi wisata. Pantai yang ada tidak dibiarkan kumuh seperti umumnya terjadi di kampung nelayan. Banyak warga kampung yang membangun tempat penginapan dan tempat makan untuk wisatawan. Mereka menyambut dengan hangat geliat wisata yang sedang dikembangkan di Kota Biak.

Hal itu menarik perhatian dinas pariwisata untuk ikut mengembangkannya. Dampaknya, Pemda Biak Numfor menetapkannya sebagai Kampung Minapolitan. Semua dinas-dinas yang ada di Kabupaten Biak Numfor berlomba-lomba membangun dan menampilkan sesuatu yang unik dan menarik di Kampung Binyeri. Bahkan kampung ini menjadi salah satu lokasi kuliah kerja nyata (KKN) oleh sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Jawa dan daerah-daerah lain.

Kampung Binyeri adalah satu dari 37 Kampung KB yang sudah ada di Kabupaten Biak Numfor. Semenjak ditetapkan sebagai Kampung KB Percontohan, dukungan dari berbagai sektor untuk mengembangkan kampung tersebut makin banyak. Dinas Perikanan menyerahkan puluhan unit freezer (pendingin) dan coolbox kepada para nelayan. Dinas Pariwisata melakukan bina wisata kampung. Kementerian PUPR melakukan bedah rumah dan membangun sejumlah proyek infrastruktur jalan dan jembatan, Kementerian ESDM mengebor sumber air minum. Kementerian BUMN melalui Pertamina Marketing Operasional Region VIII Papua-Maluku, melakukan renovasi gedung sekolah SMA Negeri Samber dan SD YPK Baitel Samber, dan sebagainya.

Keluarga Berkualitas
Ketika mencanangkan Kampung KB Binyeri, saat itu Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty bersama Ketua Pokja Papua Judith J Dipodiputro, menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya yang ada di Kampung Binyeri harus tercermin pada sumber daya manusia yang bermutu yang dihasilkannya. Agar sumber daya manusianya bagus dan bermutu, perlu keluarga yang berkualitas.
KB-Biak-1

Program Kampung KB adalah salah satu cara untuk menciptakan keluarga yang bermutu dan berkulitas. Jarak kelahiran diatur, ibu dan anak perlu asupan gizi makan yang memadai. Perekonomian keluarga dirancang agar makin berkecukupan dan sejahtera.

Hingga saat ini Kabupaten Biak Numfor adalah salah satu kabupaten yang paling banyak memiliki Kampung KB di Propinsi Papua. Hingga awal 2019 sebanyak 37 Kampung KB. Masyarakat Biak Numfor sangat merasakan manfaat dari salah satu Program Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Pada sektor kesehatan, angka kematian ibu dan anak di daerah tersebut makin menurun. Ekonomi keluarga juga makin membaik karena mama-mama bisa membagi waktu untuk berbagai keperluan yang dibutuhkan.

Namun, kerjaan belum selesai. Tantangan yang masih ada adalah membangkitkan kepedulian, semangat, dan motivasi masyarakat untuk ikut mensukseskan program tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Biak Numfor, Evi L. Fakdawer, beberapa waktu lalu mengatakan pembantukan Kampung KB sangat membantu masyarakat di wilayah terluar dan terpencil di Indonesia, seperti Distrik Padaido dan Aimando. Masyarakat jadi lebih terakses dengan program-program pemerintah.

Apalagi seperti di Kampung Binyeri yang sekaligus juga ditetapkan sebagai Kampung Wisata. Banyak potensi yang kemudian digali untuk menjadi sumber pendapatan masyarakat. Kini, di Kampung Minawisata Binyeri di Distrik Yendidori sudah tersedia antara lain puluhan pondok wisata, dave center, art shop dan amphitheatre (panggung tempat pentas).

Pengunjung kini leluasa menginap dan menikmati keindahan alam pantai Binyeri-Samber. Kampung minawisata ini melengkapi etelase wisata Biak Numfor. Ada objek peninggalan perang dunia II Gua Jepang Binsari, monumen perang dunia II Paray, taman laut Teluk Cenderawasih, kepulauan Padaido/ Aimando. Jika ingin memanjakan mata di tepi pantai, datanglah ke Pantai Segara Indah Bosnik, Pantai Raja Tiga Adoki, dan sebagainya.