/ Pokja Papua

Cinta Jokowi pada Papua

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah Presiden Indonesia yang paling banyak mengunjungi Papua dan Papua Barat pada masa tugasnya. Setidaknya sekali dalam empat bulan Presiden Jokowi mengunjungi Papua atau setidaknya tiga kali dalam setahun.

Memang tak hanya Papua yang dikunjungi Jokowi selama ia menjadi presiden selama empat tahun terakhir. Semua daerah ia kunjungi, dengan durasi yang hampir sama. Ia melaksanakan rencana, mengecek target dan memantau semua proses pembangunan yang dilakukan pemerintah di seluruh penjuru negeri.

Ya, Jokowi menjalankan misinya, membangun Indonesia. Membangun Indonesia dari pinggirian, mengepung pusat dengan memperkokoh daerah terluar dan daerah perbatasan. Presiden Jokowi membangun kota dengan memperkokoh kekuatan di desa.

Itulah kekuatan dan kelebihan Presiden Jokowi. Lebih dari sekedar stamina, kesehatan yang prima. Tetapi kesungguhan menjalankan apa yang telah ia canangkan, kerja keras dan kerja lebih keras. Itulah salah satu hal yang diakui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai kesaksiannya atas Presiden Jokowi.

Di Papua, pemerintahan Jokowi membangun Jembatan Holtekamp dengan panjang 732 meter dengan lebar 17 meter. Jembatan ini menjadi makskot baru Papua, jembatan yang sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat khususnya untuk urusan pengiriman logistik. Dengan keberadaan jembatan ini jarak tempuh antara Jayapura menuju Holtekamp hingga ke perbatasan Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga dua jam, terpangkas menjadi 30 menit saja.

“Keberlanjutan kota Jayapura tergantung expand area jembatan ini, yang menyambungkan Holtekamp. Tadinya muter bisa berjam-jam perjalanan. Ini bentuk pengembangan kota Jayapura ke arah timur. Ini jadi faktor strategis karena berdampingan dengan Papua Nugini,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Sejumlah pasar juga dibangun dan direvitalisasi. Pasar Mama Jayapura dibangun khusus bagi mama-mama Papua agar mereka bisa berdagang secara layak. Pasar Mama di Sorong, Pasar Mama di Manokwari dan sebagainya. Ada belasan pasar yang dibangun pemerintahan Jokowi yang berskala kabupaten/kota dalam empat tahun terakhir di Papua dan Papua Barat.

Jalan Trans Papua
Jokowi adalah presiden yang berani mengeksekusi Jalan Trans Papua. Jalan ini membentang dari Sorong hingga Merauke sepanjang 3.545 kilometer. Ini adalah ruas jalan terpanjang yang dimiliki Indonesia yang ditargetkan akan tersambung pada tahun 2019 ini.

“Jika tak ada halangan, tahun ini jalan Trans Papua sepanjang 3.545 tersambung sepenuhnya,” kata Jokowi, 14 Maret 2019. Bertahun-tahun lamanya, kota-kota di Papua dan Papua Barat tak tersambung satu dengan yang lain dengan jalan raya. Moda transportasi yang diandalkan adalah pesawat terbang. Itupun sangat tergantung pada cuaca yang kadang tidak menentu. Akibatnya, ekonomi berbiaya tinggi sulit dihindari.
Kapsul-Waktu2

Keberadaan ruas-ruas jalan diyakini akan mampu memperlancar arus barang yang selanjutnya bisa menekan harga, terutama di wilayah pegunungan yang sekian lama terisolasi. Jokowi adalah Presiden Indonesia yang berhasil menjadikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Papua dan Papua Barat sama dengan yang ada di Jawa. BBM Satu Harga tak sekedar slogan tetapi sebuah kenyataan.

Jokowi memang sangat mencintai Papua dan menginginkan daerah itu bangkit dari ketertinggalannya. Ia paham dan mengerti bakat dan kemampuan generasi muda Papua dan Papua Barat. Stadion Papua Bangkit dibangun di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Ini adalah stadion kelas internasional yang akan diresmikannya pada bulan Mei 2019. Stadion itu terletak di atas lahan seluas 13 hektar, dibangun dengan biaya APBD Papua senilai Rp 1,3 triliun dengan kapasitas 45.000 penonton.

Masih banyak hasil kerja lain yang telah dilakukan Presiden Jokowi di Papua dan Papua Barat. Jokowi sangat optimis dengan perkembangan dan kemajuan Papua dan Papua Barat di waktu yang akan datang. Tak mengherankan kalau Jokowi menanamkan tujuh mimpi besar bangsa Indonesia dalam kapsul waktu di Papua, tepatnya di Merauke pada November 2018.