Green Investment untuk UMKM Papua dan Papua Barat

kamar baca Feb 28, 2020

POKJA PAPUA - Menteri Koordintor bidang Kemaritiman dan Invetasi, Luhut Binsar Panjaitan membuka Forum High Level Meeting on Green Investment for Papua and West Papua di Sorong, Kamis (27/2). Hadir dalam acara tersebut Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo.

Teten Masduki dalam kesempatan itu terutama untuk mempersiapkan skema green investment bagi UMKM Papua dan Papua Barat. “Kami ingin partner untuk menggarap kekayaan alam Papua dan Papua Barat sehingga sehingga menjadi komoditi ekspor yang sangat berharga,” ujarnya.

Investasi hijau merupakan konsep investasi ramah lingkungan yang tengah dioptimalkan oleh pemerintah Indonesia. Menurut Teten, produk UMKM berbasis kekayaan alam merupakan komoditas yang harus memiliki nilai tambah seperti produk perikanan, tuna, kerapu, produk pertanian mulai dari kopi, kakao, vanilla, pala dan buah-buahan.

Kekayaan alam jika mendapat nilai tambah akan menjadi produk bernilai tinggi. Ia mencontohkan garam pohon dari Papua setelah mendapat inovasi dijual dengan harga Rp 500.000 per kilogram. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah Papua mengarahkan UMKM ke produk unggulan domestik. Prioritas pada produk unggulan diharapkan dapat memacu pertumbuhan UMKM Papua yang lebih cepat.

Luhut Panjaitan dalam arahannya mengatakan, konsep investasi hijau dalam tahap awal akan menyasar hasil pertanian, perikanan Papua dan Papua Barat yang berpotensi untuk diekspor, serta ekowisata. “Kami memiliki komoditas yang siap ditingkatkan dan dikembangkan seperti kakao, kopi arabika, dan pala. Kami juga memiliki rumput laut dan kopi robusta yang tumbuh baik di Papua, serta budaya, lingkungan, laut di Papua yang menawarkan banyak peluang untuk ekowisata,” kata Luhut.

Ia berharap, konsep investasi ramah lingkungan yang akan diterapkan di Papua dan Papua Barat bisa memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. “Jadi dengan adanya investasi, masyarakat akan memulai kegiatan ekonomi. Perekonomian alam tumbuh dan orang bisa mendapatkan manfaat sosial darinya,” katanya.