Infrastruktur adalah Katalisator Bagi Papua

Ekonomi Apr 25, 2019

POKJA PAPUA – Membangun infrastruktur! Itu adalah salah satu hal dasar yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun Papua dan Papua Barat 4,5 tahun ini. Jokowi yakin bahwa untuk menyatukan Indonesia menjadi lebih kuat dan erat dengan cara mengkoneksikan satu wilayah dengan wilayah lain secara baik. Bangun infrastruktur.

Infrastruktur yang baik, rangkaian hasil positifnya akan sangat banyak sekali. Presiden Jokowi meyakini program membangun jalan, jalan tol, jalur kereta api, jembatan, bandara, pelabuhan dan infrastruktur lainnya akan meningkatkan ekonomi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyrakat di wilayah terpencil.

Papua dan Papua Barat, meski kaya dengan sumberdaya alam, namun bertahun-tahun lamanya maih jauh tertinggal dibanding daerah lain. Jumlah penduduk miskin sangat banyak, terutama penduduk asli Papua. Sangat sulit membicarakan rasio elektrifikasi, pelayanan kesehatan yang baik, pendidikan yang baik dan berkualitas, pelayanan public yang bermutu dan sebagainya jika transportasi masih sulit karena tidak ada infrastruktur jalan dan jembatan, tidak ada pelabuhan dan Bandar udara yang layak.

Judith J. Dipodiputro, Ketua Pokja Papua mengatakan pada masa kampanye pemilu 2014 lalu ada sejumlah janji Jokowi kepada masyarakat Papua. Di antaranya adalah membangun infrastruktur jalan, jembatan, bendungan dan membangun pasar mama, sebuah program bisnis mikro untuk perempuan Papua.

Setelah 4,5 tahun menjabat, janji itu dipenuhi Presiden Jokowi. Bangun pembatasan yang megah, stadion Papua Bangkit yang gagah, Jembatan Holtecamp yang kokoh, jalan, jembatan, pelabuhan dan sebagainya terbangun dengan baik.

Hal itu terjadi karena ada komitmen yang sangat kuat, tidak hanya dari Presiden Jokowi sendiri, tetapi juga dari semua orang yang telah terlibat sejak awal untuk mencoba menjalin kerja sama dengan Jokowi. “Sebetulnya, Papua bukan satu-satunya prioritas pembangunan infrastruktur. Semua daerah perbatasan, semua daerah tertinggal sekarang menjadi prioritas. Papua adalah salah satunya. Pak Jokowi tidak hanya pergi ke Papua, dia juga pergi ke semua wilayah lainnya secara bersamaan,” kata Judith.

Ia menegaskan, infrastruktur di Papua dan Papua Barat adalah katalisator, cara untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolir, menghubungkan kota yang satu dengan kota lainnya, antara distrik yang satu dengan distrik lainnya. Hal itulah yang membuat suku-suku setempat bekerja keras memilih Jokowi sebagai presiden, yang berarti bahwa mereka memilih seorang pemimpin yang mereka percaya akan menjalankan apa yang mereka inginkan.

Membangun Papua adalah tantang tersendiri bagi siapapun yang menjadi penguasa di Indonesia. Tantangan itu baik faktor geografis, budaya, ekonomi, konflik sosial maupun gerakan separatis. Namun, sejauh ini, Presiden Jokowi secara perlahan dan pasti mampu mengatasi tantangan-tantangan itu. Jalan Trans Papua dibangun dan Jokowi sangat diterima dengan baik oleh masyarakat Papua dan Papua Barat.

Ada yang berpendapat bahwa pembangunan infrastruktur besar-besaran oleh Presiden Jokowi di Papua dan Papua Barat telah mengganggu lingkungan hidup. Tentu, pandangan itu tidalah adil. Tahun 2015, Papua Barat mendeklarasikan dirinya sebagai Provinsi Konservasi dan sudah disahkan melalui Perda pada Maret 2019. Papua dan Papua Barat berhak memiliki infrastrukur yang baik, layaknya daerah lain di Indonesia. **

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia