/ Ekonomi

Jangan Lupakan Sejuta Senja di Kaimana

POKJA PAPUA – Kota Kaimana. Ini adalah kota sejuta surga senja. Di setiap sudut kota ini adalah tempat yang menarik dan indah untuk menikmati senja.

Senja di Kaimana, bukan sembarang senja. Ia adalah senja yang menawan dan mempesona, pembawa ketenangan dan kedamaian. Senja yang romantis dan melegenda.

Bersabarlah untuk takjub dan takzim terhadap beragam senja di tempat lain yang sudah dijumpai. Datang dan nikmati senja di Kaimana. Sambari seruput kopi dan menyantap ikan bakar, senja di Kaimana akan melupakan juntaian senja lain tepian pantai ataupun di pucuk gunung yang sudah berlalu.

Kaimana adalah salah satu kota pantai di Propinsi Papua Barat. Tepatnya di leher burung Pulau Papua. Sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan laut. Berhadapan langsung dengan Laut Arafuru. Mengarah ke bagian barat, tempat matahari terbenam.

Pantai Ermun
Triton Di depan Kota Kaimana terdapat puluhan pulau-pulau kecil dari setidaknya ada 400 pulau di Kabupaten Kaimana. Tak heran kalau wisata pantai dan laut di kota ini sangat banyak dan semuanya memberi keindahan tersendiri, terutama di kala senja.

Senja di Kaimana selalu memberi dan menyanyikan sesuatu yang baru bagi penikmatnya.
Lokasi menikmati senja di Kaimana bisa di sepanjang garis pantai, di jalan utama Kota Kaimana. Ia adalah kota yang memanjang sepanjang garis pantai. Namun, ada beberapa lokasi wisata yang bisa menjadi rujukan.

Di sini cukup dua saja. Pertama, Pantai Ermun di Teluk Triton. Di pantai ini, air laut berwarna biru tampak tenang dan menawan.

Air laut biru bersih, tentu hal yang biasa. Namun, di beberapa spot Teluk Triton, air lautnya berwarna hijau. Bersih, jernih. Ini yang tidak biasa. Sambil menunggu senja, bisa berselancar di lokasi-lokasi ini. Pantai Ermun, dari Pelabuhan Kaimana hanya memerlukan waktu satu jam dengan kapal pinisi.

Di sana pengunjung bisa memanjakan mata di antara karang-karang berbentuk benteng dan gerbang. Benteng karang ini adalah ikon Pantai Ermun. Benteng dan gerbang karang itu telah terbentuk ribuan tahun lalu. Beberapa di antaranya tampak dengan lukisan menakjubkan.

Pantai Ermun belum banyak dikembangkan sebagai destinasi wisata. Kondisinya alamiah, sangat bersih dan bebas polusi. Tenang dan nyaman untuk bersantai menikmati senja. Wisata bawah lautnya sangat kaya. Keindahan terumbu karang tak cukup kata untuk menggambarkannya. Kaiman1

Tim Ekspedisi Indonesia pernah melakukan upaya perapian di Pantai Ermun, Teluk Triton ini pada tahun 2016 lalu. Tim ini menyusur hingga Gunung Ermun Siri, yang memiliki mitos tentang iyamba, tempat tinggalnya sepasang burung raksasa yang gagah perkasa.

Iyamba, bagi warga sekitar Teluk Triton adalah symbol kekuatan dan kegigihan, daya juang dan semangat tenpa mengenal lelah dalam menjalani hidup. Bahwa hidup harus diisi dengan usaha dan kerja keras tanpa henti. Seni dan kebahagian hidup manusia adalah semangat dan kerja keras, ketekunan dan konsentrasi yang lurus dan tegas.

Konon, klaim warga setempat, iyamba inilah yang menjadi inpirasi bagi Presiden Soekarno dan kemudian menamainya burung Garuda Pancasila. Tongkat Presiden Soekarno adalah kayu pilihan dari Gunung Ermun Siri yang diperoleh dari sahabatnya saat diasingkan Belanda di Kamp Tahanan Politik Tanah Merah, Boven Digul.

Tim Ekspedisi Indonesia tak menemukan lagi burung gagah perkasa itu dalam misi sekaligus upaya perapian Teluk Triton. Hanya kepingan tulang belulang, yang patut diduga sebagai sisa tulang-tulang iyamba. Atas penemuan itu, tim tersebut menandainya dengan sebuah tugu kecil di tengah hutan.

Banyak wisatawan yang telah mengunjungi Pantai Ermun, Teluk Triton dan setelahnya membuat perbandingan dengan Raja Ampat. Teluk Triton adalah versi lain dari Raja Ampat. Sulit untuk mengatakan mana yang terbaik karena semuanya adalah terbaik.

Pantai Ermun makin menarik karena ia bersembunyi dibalik gugusan pulau-pulau karts, belum banyak sentuhan manusia yang mengganggu keasliannya. Dari laut pengunjung bisa melihat hamparan laut Arafura yang luas menyatu dengan langit dan dapat melihat senja yang menjadi ciri khas Kota Kaimana.

Pulau “telur” Venue Penyu-2
Lokasi kedua untuk menikmati senja adalah Pulau Venue. Pulau Venue terkenal sebagai surga penyu. Ribuan penyu bertelur di pulau. Ia memang Pulau Telur. Venue artinya “telur” yang diambil dari bahasa Suku Koiway, salah satu suku di Kaimana.

Kabupaten Kaimana bersama Kabupaten Tambrauw, Propinsi Papua Barat adalah areal penyu bertelur. Penyu langka, seperti penyu belimbing hanya ada di daerah ini.

Selain menikmati senja dan melihat penyu langka, Pulau Vanue juga menjadi tempat santai yang asik dan asri. Serasa laut ditengah hutan. Tenang dan menginspirasi. Pulau ini masuk wilayah administrasi Distrik Buruway.

Pasir putih dan terumbu karangnya membuat siapapun yang beribur betah untuk berlama-lama bersamanya. Pada siang hari yang tenang, para pengunjung bisa menyaksikan ratusan bahkan ribuan ekor kelelawar bergantungan di pohon sambil menunggu datangnya malam. Seperti juga manusia, kelelawar di sini bersorak sorai ketika senja tiba.

Tentu masih sangat banyak tempat menunggu senja lainnya di Kaimana. Misalnya, Teluk Bisari, Teluk Etna, Teluk Avona, dan Teluk Arguni. Bahkan, di Bandara Utarom, Bandara Kaiman, sekalipun bisa menikmati senja yang menarik.

Vanue-2Tapi ingatlah, daya tarik wisata Kaimana tak hanya sejuta senja. Wisata bahari umumnya adalah kelebihan Kaimana yang bisa dikembangkan. Ada juga budaya lokal, wisata sejarah, seni kerajinan, kuliner dan sebagainya. Kaimana adalah salah satu kota di Papua Barat yang sangat heterogen. Namun, jangan kaget kalau siang hari Kota Kaimana seakan lumpuh. Warganya tidur siang. Demikian juga Hari Minggu. Warganya taat beribadat.

Pintu Gerbang
Nah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal menjabat tahun 2014 lalu, telah menjadikan Bandara Utarom, Kaimana sebagi ikon kebanggaan Provinsi Papua Barat. Bandara ini diharapkan mampu membantu mobilitas masyarakat dan mempermudah akses wisatawan masuk ke Kaimana.

Bandara Utarom memang masih bandara kelas III yang memiliki panjang runway 2000 m x 30 m, 2 taxi way, 1 appron seluas 170 m x 60m, dan mampu didarati pesawat sejenis ATR 72-500. Kini terminal penumpangnya diperluas menjadi 1.800 meter persegi dan dapat menampung hingga 128 penumpang yang dapat dioptimalkan sampai 172 penumpang.

Bandara ini hanya terletak pada ketinggian 6 meter (19 kaki) di atas permukaan laut.
Selain Bandara Utarom, pemerintah juga telah memperbaiki pelabuhan untuk mempermudah lalulintas barang keluar dan masuk Kaimana. So, Selamat Datang di Kota Senja, Kota Kaimana.