Jembatan Gantung di Kampung Hulowok Jayawijaya Perlu Perbaikan

Jakarta, 3 April 2018-- Bagi anda yang tak punya nyali jangan sekali-kali melintasi jembatan Muara. Apa pasal? Jembatan gantung yang melintang sepanjang 300 meter di atas sungai Baliem ini kondisinya mulai rusak dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Jembatan gantung Muara ini terletak di Kampung Hulowok, Distrik Wesaput. Jembatan ini merupakan jalur pintas bagi masyarakat empat kampung dengan pusat ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, yakni Kampung Minimo 1, Minimo 2 dan Minimo 3 serta Kampung Tiwe.

Sudah sekitar 18 tahun jembatan yang memiliki lebar kurang lebih dua meter itu belum diperbaiki, bahkan sudah tidak terawat saat kawasan itu tidak lagi dijadikan tempat wisata lokal sekitar 2006.

Beberapa bagian dari jembatan itu memang patut diperbaiki mengingat sejumlah papan yang dijadikan pijakan sudah lapuk dan terlihat lubang-lubang besar. Jika warga hendak melintas, di beberapa bagian jembatan itu harus dialas dengan kayu untuk menggantikan beberapa papan yang lapuk.

Tak hanya itu, beberapa kawat seling yang dijadikan penyanggah papan sudah berkarat, bahkan ada diantaranya yang dipasang menjadi pagar, sekaligus penahan jembatan sudah putus termakan usia.

Amsal Himan, seorang warga setempat seperti dilaporkan Antaranews, mengatakan, jembatan itu merupakan satu-satunya akses tercepat yang digunakan juga oleh anak sekolah sehingga diperlukan penanganan.

"Di sebelah (di empat kampung tersebut) hanya ada Sekolah Dasar (SD), kalau SMP dan SMA tidak ada jadi anak-anak sekolah biasa lewat sini (jembatan) ke sekolah," katanya.

Ros, seorang ibu yang juga hendak melintasi jembatan tersebut mengatakan sebelumnya warga sempat mengusulkan untuk pemerintah kampung mengalokasikan separuh dari dana kampung untuk perbaikan jembatan, namun usulan itu tidak terealisasi karena anggaran yang diturunkan tidak jelas kepada masyarakat.

"Tahun lalu ada dua orang yang jatuh di sini (dari jembatan) dan yang satu selamat karena tahu berenang, sementara yang satu tidak. Beberapa hari kemudian baru ditemukan jenazahnya di Distrik Maima (salah satu distrik yang dilintasi Sungai Baliem)," katanya.