John Wempi Wetipo, Anak Suku Dani di Sisi Jokowi

John Wempi Wetipo Nov 01, 2019

Presiden Jokowi memberi ucapan selamat kepada John Wempi Wetipo usai dilantik menjadi Wakil Menteri PUPR di Istana Negara

POKJA PAPUA - Tahun 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi penghargaan kepada Kepala Daerah Kabupaten Jayawijaya. Bupati kabupaten itu diapresiasi karena daerahnya memiliki tingkat kepatuhan dalam pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, berhasil membuat aparatur sipil negara (ASN) patuh dalam membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaa Negara (LHKPN).

Kabupaten Jayawijaya keluar sebagai juara untuk 416 kabupaten kala itu. Capaian yang tidak mudah untuk sebuah daerah di pegunungan Papua. Cukup fenomenal. Apalagi banyak persepsi yang muncul, seakan korupsi di daerah pedalaman Papua hal yang lumrah.
Tapi, persepsi itu dipatahkan ditangan John Wempi Wetipo. Seorang pria, anak Suku Dani, kelahiran Jayawijaya, 15 September 1972. Wempi atau JWW, begitu ia biasa dipanggil sangat mencintai kampung halamannya. Ia adalah putra tunggal dari ayahnya, Habel Watipo.

Wempi ingin kampung halamannya setara dengan daerah-daerah lain di negeri ini. Maju dan sejahtera dengan tingkat pendidikan yang baik. Namun, hal itu tidak datang begitu saja. Harus dengan kerja keras, semangat dan daya juang yang tinggi. Namun, yang paling utama adalah pejabat daerahnya tidak korupsi.

Usai sekolah dasar di Jayawijaya dan sekolah menengah di Jayapura, ia sempat belajar di Akademi Pariwisata Manado, Sulawesi Utara selama tiga tahun. Setelahnya, ia melanjutkan masa belajar ke Universitas Cendrawasih hingga menuntaskan gelar magister bidang pariwisata.

Ia memulai karier sebagai ASN di Jayawijaya. Hingga kemudian tertarik masuk ke dunia politik, bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Tahun 2008, saat berusia 36 tahun, Wempi bertarung menjadi Bupati Kabupaten Jayawijaya berpasangan dengan John Richard Banua.

Keduanya terpilih untuk periode pertama. Di sinilah Wempi dan Richard mulai menandai siapa diri mereka sebenarnya. Seniman pariwisata dan budaya. Keduanya mempromosikan wisata Lembah Baliem dengan menggelar Festival Lembah Baliem. Potensi wisata di daerah pegunungan diexplore dalam bingkai festival budaya. Berbagai kerajinan, sumber daya alam, seni tari dan budaya ditampilkan dalam festival tersebut.

Selama 10 tahun Wempi menjabat kepala daerah. Bersamaan dengan promosi budaya, wisata, kerajinan, ia terus membangun infrastruktur. Kini kepemimpinan di Jayawijaya dilanjutkan oleh John Richard Banua dan Festival Lembah Baliem makin popular. Bahkan telah menjadi salah satu agenda event pariwisata nasional bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Wempi menerima penghargaan LHKPN terbaik dari KPK pada perayaan Hari Anti Korupsi Internasional (HAPI), 9 Desember 2016 di Hotel Aryaduta, Jakarta. JWW tak pernah menyangka akan mendapat apresiasi itu.

“Tak pernah dibenak saya, akan menerima penghargaan ini. Sebab ada 416 kabuapaten se-Indonesia,” ujarnya waktu itu. Wempi mengaku yang ia lakukan hanya mematuhi perintah undang-undang. Ternyata, jika menjalankan aturan dengan baik, penilaian terbaik akan datang dengan sendirinya.

Prestasi itu membuat JWW optimis daerahnya bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Prestasi itu adalah pelecut semangat yang ungguh luar biasa. “Kami boleh di cap tertinggal. Tapi kami juga siap menyaingi daerah lain, khususnya di bidang sumber daya manusia, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

Gagal Jadi Gubernur
Setelah masa jabatan sebagai Bupati Jayawijaya berakhir, Ketua DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mempercayakan Wempi sebagai calon Gubernur Papua pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018. Dalam pengumuman pencalonannya, Megawati menilai Wempi bisa menjadi gubernur yang baik. Dasarnya, apresiasi KPK kepada Wempi dalam pengelolaan keuangan yang bebas korupsi.
John-Wempi-Wetipo John Wempi Wetipo

Selain itu, ia juga mendapat pengakuan yang sama dari Kementerian Keuangan dan Badan Pengawas Keuangan (BPK). Ia berpasangan dengan Habel Melkias Suwae, mantan guru sekolah dasar. Selain itu, Melkias adalah Kepala Seksi Pembinaan Umum dan Masyarakat Kantor Sosial Kabupaten Jayapura dan Ketua DPRD Kabupaten Jayapura. Sayang, keduanya gagal berhadapan dengan pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal. Mereka hanya bisa meraih total suara 32,46 persen berbanding 67,54 persen milik Lukas-Klemen.

Selanjutnya, ia lebih focus mengurus partai. Juli 2019 lalu, ia terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Papua (2019-2024). Sebagai ketua partai di daerah, usai terpilih, ia berjanji untuk memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah yang ada di wilayahnya pada tahun 2020 mendatang. Dalam mengelola partai, katanya, hal yang paling penting adalah bisa membedakan urusan pribadi dengan urusan organisasi partai. Hal itulah yang ia terapkan selama mengelola daerah, Kabupaten Jayawijaya.

Kini, John Wempi Wetipo ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anak Suku Dani itu ada di sisi Presiden Jokowi. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) (2014-2018) itu diberi tugas untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur di Papua, yang selama periode pertama Presiden Jokowi belum bisa direalisasikan.

“Banyak pekerjaan yang tidak tuntas di periode pertama karena kurangnya pengawasan. Lalu kedua beliau sampaikan gimana bisa mempercepat proses pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia,” katanya sesaat sebelum dilantik Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10) lalu.

Bagi Wempi, tantangan membangun infrastruktur di Indonesia Timur terutama karena kondisi geografis yang didominasi oleh pegunungan. Namun, ia yakin kerja keras dan focus akan mengalahkan semua rintangan dan tantangan. Selama bekerja, John Wempi Wetipo alias JWW!

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia