KKSB Bakar Rumah Sakit, Warga Kampung Banti Kesulitan Peroleh Layanan Kesehatan

Jakarta, 11 April 2018-- Aksi brutal kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua semakin menjadi-jadi. Kali ini mereka membakar sebuah rumah sakit. Akibatnya, seribuan warga Kampung Banti dan sekitarnya, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Jayapura, belum lama ini membenarkan kejadian pembakaran rumah sakit itu, sehingga masyarakat Banti dan sekitarnya kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan.

Menurut kapolda papua, warga Banti dan sekitarnya terpaksa mengirim sanak keluarga mereka yang sakit ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, karena tidak ada pelayanan kesehatan di sana.

Sebelum Rumah Sakit (RS) Banti dibakar, tenaga medis yang bertugas sudah terlebih dulu diamankan sejak Nopember 2017, bersamaan saat evakuasi warga, termasuk para pendulang tradisional.

"RS Banti dibakar pada Maret 2018 yang mengakbatkan berbagai peralatan medis seperti MRI dan lainnya ludes terbakar," kata Irjen Boy Rafli.

Ketika ditanya tentang kondisi di Kampung Banti dan sekitarnya setelah TNI-Polri kembali menguasai kawasan tersebut, mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu mengatakan kini masyarakat sudah tidak lagi diliputi ketakutan akan diintimidasi KKSB.

Menurut Boy, aktifitas masyarakat mulai normal dan bantuan bahan makanan dari Pemkab Mimika sudah disalurkan sejak dua hari terakhir dan jalan yang dirusakkan KKSB akan segera diperbaiki.