/ Pokja Papua

Melatih Mama Papua Jualan dengan Pola Hidup Sehat dan Bersih

Memberi pelatihan dan pembinaan kepada Mama-Mama Papua yang akan berjualan di Pasar Mama Jayapura

POKJA PAPUA – Selama 2017-2018, Pokaj Papua memberi pelatihan kepada Mama Papua yang hendak menjadi pedagang di Pasar Mama Jayapura, Pasar Skow, Pasar Youtefa, Pasar Hamadi dan Pasar Pharaa.

Pelatihan dan pendampingan itu berlangsung selama 18 bulan dengan melibatakan sejumlah pihak. Termasuk di antaranya adalah Balai POM, Dinas Keehatan Kota Jayapura. Tujuan diadakannya pelatihan dan pendampingan ini agar Mama Papua yang berdagang memiliki pola hidup sehat dan pola jualan yang sehat dan bersih.
pelatihan3
Pelatihan tentang pola jualan yang sehat dan bersih kepada Mama-Mama Papua

Mama Papua terbiasa jualan di pinggir jalan, duduk di tanah. Dengan adanya pasar modern yang dibangun pemerintah, Mama Papua perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup agar bisa menggunakan fasilitas pasar dengan baik. Menurut Ketua Pokja Papua, Judith J.N. Dipodiputro, Pasar Mama Jayapura, Pasar Pharaa, Pasar Skow, sebisa mungkin juga menjadi destinasi wisata baru di Propinsi Papua.

Hal yang sama juga untuk pasar-pasar yang dibangun di Propinsi Papua Barat. Tujuannya tak hanya untuk mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga menawarkan hal lain, yang mungkin sulit ditemukan di pasar-pasar lain.

Lagipula, pada tahun 2020, Propinsi Papua adalah tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Peran pasar akan sangat penting. Karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan Mama Papua yang menjadi pedagang yang handal dan professional.

Bagi Judith, pegelaran kegiatan nasional di Papua dan Papua Barat harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Namun untuk itu, suku-suku asli Papua perlu dibekali dengan kemampuan yang baik agar bisa bersaing dengan masyarakat lain. Pelatihan dan pembinaan menjadi langkah awal yang mutlak dilakukan.
pelatihan2
Pelatihan penjualan daging yang bersih dan sehat kepada pedagang suku-suku asli Papua oleh Pokja Papua

Pokja Papua tak melatih Mama Papua, tetapi juga bapak-bapak yang ingin berjualan daging. Kebutuhan daging warga Kota Jayapura termasuk tinggi. Karena itu, Pasar Mama Papua perlu mengambil peluang ini. Caranya, dengan menarik minat pembeli.Pembeli tentu akan tertarik jika pola jualannya bersih dan sehat, bebas dari pengawet.

Judith mengungkapkan, jika pembeli tertarik untuk membeli barang-barang jualan mereka, artinya Mama Papua bisa bahagia, kehidupan ekonomi mereka membaik, keluarganya sejahtera. Itulah target dari pelatihan dan pembinaan yang dilakukan oleh Pokja Papua. "Hal-hal seperti itu tentu kebahagiaan tersendiri bagi saya," katanya.