Pasar Pharaa, Bermimpi Jadi Role Model di Papua dan Papua Barat

Pasar Pharaa Aug 20, 2019

Ketua Pokja Papua, Judith J.N. Dipodiputro, saat menjelaskan rancangan Pasar Pharaa dalam sebuah maket kepada Presiden Jokowi

POKJA PAPUA – Pasar Pharaa, Sentani dari awal tidak hanya dibangun sebatas jadi tempat jual beli. Lebih dari itu, Pasar Pharaa adalah salah satu destinasi wisata di Sentani. Karena itu, dari sisi penataan, pasar ini dibangun dengan menyediakan jalur hijau, tempat bermain bagi anak-anak, pusat kesehatan bagi pedagang, hingga kantor koperasi simpan pinjam.

Fasilitas di Pasar Pharaa juga tergolong sangat lengkap. Air bersih, toilet, lampu penerangan, pos security, petugas keamanan, aramada pengangkut sampah, bak penampung sampah dan sebagainya. Penempatan pedagang juga ditata dengan rapi, pedagang untuk jualan basah (sayuran, ikan, daging dan berbagai hasil bumi) di lantai paling bawah, lantai dua untuk bahan kering, pedagang klontong, lantai tiga untuk makanan.
Pasar-Pharaa3
Presiden Jokowi bersama Ketua Pokja Papua, Judith J.N. Dipodiputro memantau pembangunan Pasar Pharaa

Pasar ini didesain sebagai tempat untuk bersantai, menikmati kopi dan berselancar di dunia digital. Pembangunan Pasar Pharaa, seperti juga pasar untuk Mama Papua lainnya di Papua dan Papua Barat, adalah implementasi janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pemilu 2014.

Keberadaan pasar modern bagi pedagang Papua adalah perjuangan panjang. Bahkan untuk bisa mendapatkan Pasar Mama Jayapura, perlu waktu belasan tahun untuk bisa mewujudkannya. Keberadaan pasar sangat penting untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi mama-mama Papua yang berdagang.

Jika biasanya mereka menjajakan barang dagangan di pinggir jalan, dengan keberadaan pasar mereka diprioritaskan untuk masuk ke dalam pasar. Pada 27 Desember 2014, Presiden, Jokowi mengunjungi Pasar Pharaa, melakukan pelatakan batu pertama pembangunan pasar ini. Mei 2015, ia kembali lagi memantau perkembangannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terheran-heran karena bangunannya menggunakan model variasi adat suku di Sentani.

Ketua Pokja Papua, Judith JN Dipodiputro dalam penjelasannya kepada Presiden Jokowi mengatakan kosep pembangunan Pasar Pharaa memang bertema nasional, tetapi juga tetap memperlihatkan unsur Papua, melalui motif adat suku Sentani pada bangunannya. “Budaya dan kearifan lokalnya kita angkat dan kita gali,” ujar Judith.
Pasar-Pharaa1
Maral menjelaskan rancangan terminal yang terintegrasi dengan Pasar Pharaa dalam sebuah maket kepada Presiden Jokowi

Bangunan pasar terlihat sederhana, tetapi jadi istimewa karena kekhasan budayanya. Pasar Pharaa didesain sebagai pasar yang tahan api dan penuh cahaya matahari masuk. Ini adalah symbol Papua, fajar dari Timur. Judith menjelaskan, arsitekturnya sederhana tapi istimewa, yakni dari segi fungsional sebagai bangunan pasar tahan api dan dari maknanya terlihat seperti matahari dari timur.

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia