Pedagang Mama Mama Papua Kini Punya Pasar Baru

Jakarta, 12 Maret 2018-- Gedung Pasar Mama Mama Papua kini berdiri megah. Bangunan berlantai 4 itu terletak di Jalan Raya Percetakan di pusat Kota Jayapura, Papua. Sejak Rabu (7/3), seusai Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano meresmikan pengoperasian gedung pasar ini, para pedagang yang umumnya kaum perempuan Jayapura bisa menggelar dagangannya di pasar ini.

Harapan para pedagang ingin berjualan di sebuah bangunan gedung permanen ini sebenanrnya sudah cukup lama, sejak 2003, mengingat kondisi pasar yang ada saat itu sudah tidak layak. Padahal pasar ini dinilai bisa menjadi jalan masuk untuk mengangkat perekonomian warga Papua. Namun sejumlah kendala sempat mengganggu pelaksanaan pembangunan gedung pasar ini. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sampai turun tangan. Apa kendala itu?

Berbagai pemberitaan yang muncul menyebutkan bahwa lokasi pasar yang ditempati untuk berjualan berada di atas lahan milik Perusahaan Umum Damri yang terletak di Jalan Percetakan, Kota Jayapura. Para pedagang tetap menginginkan pembangunan pasar di lokasi itu namun pihak Damri keberatan.

Mediasi berbagai pihak, baik wakil rakyat, pemerintah daerah maupun lembaga non pemerintah mewakili para pedagang dan pihak Damri, terus dilakukan untuk mencari titik temu.

Pada 9 April 2013 Gubernur baru Lukas Enembe dilantik menggantikan Barnabas Saebu. Lukas memasukkan program pembangunan Pasar Mama Mama Papua dalam program prioritasnya. Ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua membentuk tim pembangunan Pasar Mama Mama Papua guna merealisasikan pembangunan pasar itu. Lokasi Damri dipilih Lukas karena lahan itu milik pemerintah daerah yang sangat representatif seperti keinginan para pedagang. Lokasi ini terletak di tengah kota Jayapura dengan luas sekitar 4.490 meter persegi.

Setahun berikutnya, tanggal 27 Desember 2014, setelah terpilih menjadi Presiden, Jokowi melakukan kunjungan pertama ke Papua. Dalam kesempatan itu Jokowi mengunjungi Pasar Pharaa Sentani. Presiden menepati janji kampanyenya dengan meletakkan batu pertama pembangunan khusus Mama Mama di Kota Jayapura dan pembangunan Pasar Pharaa Sentani yang merupakan pasar gabungan (Papua dan non-Papua).

KSP Kawal Pembangunan Pasar

Peletakan pembangunan gedung pasar telah dilakukan, namun prosesnya tak berjalan mulus. Dalam perjalanannya hanya pasar Pharaa yang terbangun. Sementara pasar Mama Mama Papua menemui kendala teknis pemindahan dan penggunaan lahan milik Perum Damri. Ini kemudian yang menjadi tugas Kantor Staf Presiden mengurai sumbatan dan memastikan agar janji Presiden terlaksana.

Kepala Staf Presiden yang saat itu dijabat Teten Masduki selanjutnya membentuk tim yang dipimpin Deputy V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani untuk menyelesaikan permasalahan ini, berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai instansi penjuru di bantu Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura. Tiga hari setelahnya, pada 8 April 2016 tim KSP berkoordinasi dan berdiskusi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. Kemudian pada 12 April 2016 tim KSP berangkat ke Papua mengidentifikasi kendala yang ada.

Pedagang asli Papua menginginkan pembangunan secara fisik berada di lahan Damri segera dilakukan. Mereka juga berharap pembinaan, pengawasan dan permodalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Pasar tradisional merupakan representasi dari kultur masyarakat setempat. Selain juga Mama Mama Papua sebagai pelaku ekonomi di pasar tradisional adalah pengusaha murni di sektor UKM yang perlu dilindungi.

Harapan mereka agar ada proteksi dan keberpihakan kepada Mama Mama Papua dan pedagang Papua lainnya. Pasar harus dibangun di tengah kota agar bisa menolong para pembatik, pengrajin, usaha warung, salon dan para pedagang Papua lainnya yang tidak bisa mengakses ruko di pusat kota, karena harga jual dan sewa yang mahal.

Sepulang dari kunjungan, pada Senin (18/4) 2016 kantor Staf Presiden mengundang sejumlah pihak yang berkaitan untuk membahas pembangunan Pasar Mama Mama Papua. Hal ini untuk memastikan rencana peresmian pasar bersamaa dengan Presiden Jokowi pada 30 April 2016 ke Jayapura.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Kementerian BUMN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pedagangan, BPKP, Perum Damri dan perwakilan Pemda Papua.

Deputy V KSP Jaleswari Pramodhawardani yang memimpin rapat tersebut menekankan penyelesaian masalah pembangunan pasar Mama Mama di lahan milik Damri.

"Pembangunan pasar Mama Mama Papua bukan sekedar mewujudkan janji Presiden, namun juga merupakan simbol perjuangan ekonomi Mama Mama Papua yang menjadi perhatian khusus bapak Presiden yang akan terus kita kawal. Sesuai tugas, KSP mengawal dan mewujudkan janji Presiden dan Program-program prioritas nasional," tegas Dani sapaan akrabnya.

Penantian panjang sejak sekitar 2003 Mama Mama Papua untuk memiliki pasar yang layak, kini telah terwujud di era pemerintahan Presiden Jokowi.