Pernikahan Dini Masih Ngetrend di Papua Barat

Mar 28, 2018

Jakarta, 28 Maret 2018-- Kasus pernikahan dini atau pra seks sebelum menikah masih mendominasi para kaum remaja usia belia di Propvinsi Papua barat.

Sebanyak 44 remaja dari 1.000 orang per tahun tercatat dalam angka setiap tahunnya usia 15 tahun sampai 19 tahun masih terlibat pernikahan dini, atau kegiatan seks bebas yang berakibat fatal kepada masa depannya. Hal ini jika dibiarkan, maka generasi muda di Papua Barat akan semakin rapuh dan tidak mampu menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Selain itu, tercatat masih terdapat 8,3 pesen adalah hasil kehamilan dari yang tidak diinginkan oleh para pasangan muda hingga berdampak kegiatan tindakan negatif, seperti melakukan aborsi dan tidak menikah. dan persentase 23 persen dan 30 persen masyarakat yang akhirnya terpaksa dinikahkan dalam usia produktif.

“Kasihan melihat anak-anak perempuan atau gadis-gadis di Papua Barat yang semestinya harus ada dibangku sekolah, justru tidak dapat melanjutkan sekolah dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, hingga dikucilkan secara psikologinya. sedangkan secara biologis, organ reproduktif wanita yang belum siap untuk menghadapi proses melahirkan sang bayi, akan berujung pada kematian ibu dan anak,” ujar Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat, Drs. Benyamin Lado dalam rapat koordinasi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga 2018, di Ballroom Kaimana, Swiss Bell Hotel Manokwari, Selasa (27/3)kemarin.

Benyamin berharap, sesuai skema dan sinergitas penguatan integrasi program lintas sektor di setiap kampung, maka Keluarga Berencana dan generasi berencana dapat diwujud nyatakan disetiap program kerja daerah di Kabupaten, Kota Provinsi Papua Barat, guna mempercepat terwujudnya kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Melalui kegiatan ini, maka kami berharap program sasaran yang benar diharapkan mampu menjawab kondisi saat ini, dan mendorong penyelamatan kepada para regenerasi muda wanita Papua Barat yang nantinya dapat hidup berkualitas,” tambah Benyamin.

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia