Pertamina Terus Lengkapi BBM Satu Harga di Papua

BBM Satu Harga Feb 26, 2019

Jayawijaya – Pemerintah terus menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Papua. Jumat (22/2/2019, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII membuka SPBU Kompak di Kampung Lani, Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
SPBU Kompak 86.995.18 memiliki dua unit nozzle untuk masing-masing produk dan dua unit mesin pompa mini untuk menampung BBM yang disalurkan ke wilayah ini. Menurut Unit Manager Comm & CSR MOR VIII –Maluku-Papua, PT Pertamina, Brasto Galih Nugroho, peresmian SPBU di Balokme bersamaan dengan peresmian BBM 1 harga di Pulau Buru Maluku.
Galih Nugroho mengatakan, dengan diresmikannya SPBU Kompak di distrik Bolakme, warga sekitar dapat menikmati harga BBM yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Adapun harga yang dimaksud adalah mengacu pada Kepmen ESDM No. 4738 Tahun 2016 yakni harga premium Rp 6.450 per liter dan harga solar Rp 5.150 per liter. “Sebelumnya, harga BBM di Bolakme mencapai Rp 25.000-Rp 30.000 per liter,” kata Galih Nugroho.
Keberadaan SPBU Kompak melengkapi puluhan lembaga penyalur BBM satu harga yang sudah dibuka oleh Pertamina di wilayah Papua. Pencapaian ini tentu tidak mudah, mengingat medan yang sangat sulit.
SPBU Kompak letaknya sangat strategis karena merupakan pintu masuk ke Kabupaten Tolikara, Lanny Jaya, Membramo Tengah dan Puncak Jaya. Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, mengatakan SPBU Kompak tidak hanya untuk masyarakat sekitar, tetapi juga untuk kebutuhan daerah lain, terutama pengguna transportasi antara kabupaten.
Seperti diulas www.pertamina.com, BBM-nya dikirim dari supply point Terminal BBM Jayapura yang diangkut menggunakan mobil tangki kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk. Jarak yang ditempuh 145 km dengan waktu tempuh normal hingga 3 jam. Adapun setiap dua kali dalam sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak 50 KL Bio Solar, dan 150 KL Premium.
Penerapan BBM satu harga ini mendapat apresiasi dari tokoh Papua dan salah satu pelaku Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), Ramses Ohee. Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sangat konsisten dalam membangun Papua. Jokowi tidak hanya datang ke Papua berulang kali, tetapi secara nyata melakukan apa yang disampaikannya.

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia