Sarinah “Mengasuh” Papua

Ekonomi Nov 20, 2019

POKJA PAPUA - Selama sebulan ke depan, sejak Senin, 18 November hingga 18 Desember 2019, di Plaza Sarinah, Jakarta Pusat, digelar Ragam Budaya Papua. Plaza Sarinah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Temu Wicara, Lokakarya dan Pameran tentang Ragam Budaya Papua (Propinsi Papua dan Papua Barat).

Temu Wicara, Lokakarya dan Pameran bertujuan untuk memperkenalkan budaya, seni, kerajinan, dan berbagai hal terkait Papua. Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly, ketika membuka Ragam Budaya Papua tersebut mengatakan, sengaja memilih Sarinah sebagai lokasi diadakannya kegiatan selama sebulan itu.

“Plaza Sarinah tak bisa dilepas dari sejarah, budaya dan seni bangsa ini. Sejarah Sarinah adalah sejarah bangsa ini,” tegasnya. Karena itu, sangat pantas dan layak jika Plaza Sarinah menjadi tempat untuk menjaga dan mewariskan seni, kerajinan, budaya bangsa Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan filosofi Presiden Soekarno ketika meresmikan Plaza Sarinah tanggal 17 Agustus 1962.

Nama Sarinah diambil dari nama pengasuh Presiden Soekarno waktu masih kecil. Karena itu, Plaza Sarinah sewajarnya menjadi tempat mengasuh, menjaga dan membesarakan seni, kerajinan dan budaya seluruh suku, budaya di Tanah Air. Nadjamuddin mengutip ucapan legendaris Presiden Soekarno tentang Sarinah yang tertera dalam buku tulisan Cindy Adams, Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

“Dari Mbok Sarinah, saya mendapat pelajaran mencintai orang kecil. Ia orang kecil, tapi jiwanya selalu besar. Sarinah adalah satu nama biasa, tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita biasa. Dia orang yang paling besar pengaruhnya dalam hidupku.”

Menurut Nadjamuddin, apa yang dikatakan oleh Presiden Soekarno tersebut sangat tepat untuk mengembalikan peran Plaza Sarinah ke depan. Plaza Sarinah bukanlah tempat belanja biasa, tetapi menyimpan banyak sejarah. Mall pertama di Indonesia, bangun tinggi pertama di Indonesia, lift dan escalator pertama yang berfungsi di Indonesia.

Buka Kesempatan

Jika pada kesempatan kali ini yang digelar adalah Ragam Budaya Papua, menurut Direktur Utama Plaza Sarinah, GNP Sugiarta Yasa, hal itu sesuai kalender yang telah disiapkan saja. Sebelumnya sudah banyak pagelaran yang telah dilakukan. Misalnya, Pekan Lurik yang memamerkan berbagai motif batik lurik dan kerajinan batik. Pekan Tenun Maumere (Nusa Tenggara Timur/NTT) yang memamerkan tentang kerajinan tenun dari Maumere.

“Kalau sekarang, kita kebetulan mulai dari ujung timur. Mulai dari Papua. Papua banyak sekali kerajinan, tarian, budaya, makanan yang unik dan menarik. Kita tarik dan kenalkan ke masyarakat luas,” kata Sugiarta.

Ia mengatakan, beberapa tahun terakhir ada banyak perkembangan dan kemajuan yang terjadi di Papua. Pembangunan yang dilakukan pemerintah itu perlu diisi agar terjadi pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya adalah dengan mempromosikan produk makanan dan kerajinan, mempromosikan keunikan budaya dan pariwisata yang ada.

PT Sarinah (Tbk), kata Sugiarta, sangat membuka diri kepada daerah lain yang ingin memanfaatkan plaza tersebut untuk mempromosikan dan menggelar acara-acara budaya agar lebih dikenal luas. Setiap pekan, pihaknya mengundang seniman, pegiat budaya untuk melakukan workshop dan lain lain-lain untuk pengembangan kerajinan dan budaya Indonesia. (inno jemabut)

*Artikel ini sudah pernah diterbitkan di www.sinarharapan.net http://sinarharapan.net/2019/11/plaza-sarinah-mengasuh-papua/