Tentang Pokja Papua

Pokja Papua Nov 11, 2017

Pada Agustus 2014, Presiden terpilih membentuk Tim Transisi yang diketuai oleh Rini M. Soemarno, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. Tim Transisi ini mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan hal-hal strategis yang berkaitan dengan perencanaan 2015,
  2. Mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kesiapan kelembagaan di bawah Presiden dan Wakil Presiden.
  3. Mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan implementasi visi dan misi yang tertuang dalam Sembilan Program Nyata Jokowi-JK atau Nawacita; terutama agar program-program prioritas bisa dipercepat,

Terkait dengan fungsi yang ke-tiga, di bawah Ketua Tim Transisi yang kemudian dikenal dengan sebutan Kepala Staf Kantor Transisi, Pokja Papua dibentuk untuk fokus pada pengkawalan pemenuhan janji pembangunan di Papua dan Papua Barat bagi perempuan dan masyarakat marjinal (dalam hal ini suku asli setempat). Setelah pembubaran Kantor Transisi dan pelantikan Pemerintahan dan Kabinet Kerja (Oktober 2014), pada 6 November 2014, Pokja Papua diminta untuk kembali bertugas dengan mendapatkan arahan dan berkoordinasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga Negara, terutama Kementerian BUMN, dan Kantor Staf Presiden.

Solusi dan Program yang dirancang Pokja Papua wajib menggandeng-tangankan semua pemangku-kepentingan sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing-masing, baik dari lingkungan Pemerintah, Lembaga Non-Pemerintah, BUMN, Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan masyarakat sendiri melalui tokoh-tokoh adat, budaya dan sosial.

Program besar Pokja Papua adalah:

GERAKAN PROPINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT BEKERJA DAN UNGGUL

Yang mengkawal bagi suku asli setempat, peluang untuk

  1. Pekerjaan tetap (access to permanent jobs)
  2. Usaha yg berkelanjutan (creation dan growth of sustainable businesses).

Agar efektif, Gerakan ini melaksanakan program-program jangka menengah dan panjang untuk:

  1. Pendampingan Mama
  2. Pendampingan Pace
  3. Pendampingan Pemuda

Dengan fokus pada:

  1. Sertifikasi Tenaga Kerja
  2. Komoditas Unggulan: Kopi, Sagu, Hasil Pertanian/Perkebunan, Hasil Laut dan Danau

Lokasi: 7 wilayah adat.

Pokja Papua

Mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang melibatkan perempuan dan suku-suku pedalaman Indonesia