Pemerintah Percepat Pembangunan Teluk Bintuni

Jakarta – Pemerintahan akan terus mendorong penumbuhan sektor industri manufaktur di wilayah Indonesia Timur. Langkah strategis ini dilakukan guna memacu pemerataan terhadap pembangunan dan perekonomian yang inklusif.

Karena itu, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni di Papua Barat. Percepatan pembangunan Teluk Bintuni dilakukan melalui skema kerja sama permerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP). “Kawasan industri Teluk Bintuni akan difokuskan untuk pengembangan industri petrokimia. Apalagi juga menjadi proyek strategis nasional,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, wilayah Papua berpotensi dalam pengembangan industri turunan dari komoditas tambang. “Sebab, di Papua yang akan dikembangkan adalah berbasis resources. Misalnya di Timika, yang basisnya adalah tambang copper. Nanti kami cari untuk produk turunannya. Selain itu, di Papua Barat, ada potensi pabrik semen,” katanya.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pihak sudah melakukan permintaan agar ada penetapan kawasan industri khusus di Papua. Nah, atas hal itu, menurut Airlangga, bisa direalisasikan di Timika, Kabupaten Mimika, karena dianggap sebagai daerah yang paling tepat untuk dijadikan sebagai kawasan industri.

“Skema yang paling tepat untuk membangun industri di Papua adalah dengan mendorong masuknya investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya. Airlangga juga tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintah akan mendorong tumbuhnya industri sektor manufaktur untuk pengolahan kopi, sagu, dan buah merah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua pada tahun 2018 lalu mengungkapkan, perekonomian Papua tumbuh 7,33 persen. Angka tersebut meningkat jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 4,64 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh seluruh lapangan usaha.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 10,52 persen, lalu didukung oleh produksi bijih logam yang cukup tinggi. Lapangan usaha lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi Papua, di antaranya adalah lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,16 persen. (ino)