/ Wiginus Gire

Wiginus Gire, dkk Menyerah

MULIA – Sehari setelah Hari Raya Lebaran Wiginus Gire, salah satu pentolan KKB Puncak Jaya menyatakan menyerahkan diri. Wiginus meletakan senjatanya, menyerahkan secara resmi kepada pihak yang berwenang dalam apel gabungan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya di Lapangan Alun-alun Kota Baru Mulia, Selasa (11/6).
Peserta apel yang terdiri dari aparatur sipil negara, TNI dan Polri, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejuang pepera, dan seluruh masyarakat lainnya sangat antusias dengan langkah Wiginus. Ia mengungkapkan sejumlah hal terkait langkah politiknya itu.
Wiginus secara resmi menyatakan tidak lagi bergabung dengan Gerakan KKB Puncak Jaya. Hal itu dilakukannya dengan kesadaran penuh, panggilan hati nurani setelah melihat dan merasakan pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini. Ia menyatakan mendukung penuh langkah pemerintah sebagai pemerintahan yang sah di Papua.
Hal itu dibuktikan dengan penyerahkan senjata yang selama ini digunakan, yang juga menunjukkan berhentinya Wiginus dari anggota gerakan separatis. Baginya, langkah itu akan membuat hidupnya lebih tenang, lebih aman dan damai, karena tidak lagi memandang pemerintah sebagai musuh. Ia dan keluarganya merasa pemerintah telah memperhatikan apa yang diinginkannya.
“Sebagai mantan anggota KKB, saya mengajak seluruh anggota KKB untuk bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia, menyerahkan semua jenis senjata api kepada pihak yang berwenang, dan bersama-sama membangun bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya akan taat dan setia kepada Pancasila dan UUD 1945, Pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Wiginus seperti dirilis Pemda Puncak Jaya.
Dengan penyerahan diri secara sukarela tersebut, kepada pemerintah, Wiginus Gire meminta agar ia tidak ditahan dan tidak dikenai hukuman apapun karena sikap politiknya selama ini. Ia juga berharap pemerintah terus membangun Kabupaten Puncak Jaya dan daerah lainnya di Papua.
Senjata milik Wiginus diserahkan kepada Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, setelah menandatangani surat perjanjian untuk tidak lagi melakukan kegiatan pemberontakan. Penyerahan senjata tersebut disaksikan oleh Dandim 1714/Puncak Jaya dan dan Kapolres Puncak Jaya.
“Saya menerima sepucuk senjata dan ini sebagai alat negara, oleh karena itu sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku yang berhak memegang senjata ini ialah TNI/Polri sebab itu saya menyerahkan senjata ini kepada Kapolres Puncak Jaya dan Dandim 1714/Puncak Jaya,” tegasnya.
Menurut Yuni Wonda, senjata milik Wiginus dalam kondisi bagus dan masih berfungsi dengan baik. Namun, selanjutanya diserahkan kepada pihak kepolisian dan TNI.